Iklan
Ibn Aback
11 Sep 2026 11:34 - 1 menit membaca

Renungan di Tengah Bencana: Sudah Bijakkah Kita Bermedia Sosial?

Bagikan

Saat bencana melanda, layar ponsel kita sering menampilkan dua dunia yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, saudara-saudara kita tengah berjuang menghadapi reruntuhan rumah, kehilangan harta benda, bahkan mungkin orang-orang yang mereka cintai. Di sisi lain, linimasa media sosial justru dipenuhi gosip, drama selebritas, dan kabar-kabar yang belum jelas kebenarannya.

Kontras ini sungguh ironis. Ketika sebagian masyarakat masih berjibaku memulihkan kehidupan pasca musibah yang belum sepenuhnya pulih di Aceh, menghadapi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, atau berjuang melawan kebakaran hutan di Kalimantan — kita justru disuguhi hiruk-pikuk informasi yang tak ada kaitannya dengan penderitaan mereka.

Sudah saatnya kita merenung. Media sosial bukan sekadar tempat berselancar tanpa arah. Ia bisa menjadi jembatan empati, alat bantu, dan suara solidaritas. Mari bijak bermedia sosial: kurangi gosip, perbanyak kepedulian. Sebab di saat bencana, yang paling dibutuhkan bukanlah sensasi, melainkan uluran tangan dan perhatian tulus.