Iklan
Ibn Aback
11 Sep 2026 12:23 - 3 menit membaca

Jaksa Masuk Dayah di Raudhatun Najah Langsa: Santri Melek Hukum, Cerdas Finansial Syariah

Bagikan

Aula Dayah Raudhatun Najah Kota Langsa dipenuhi ratusan santri yang antusias mengikuti program Jaksa Masuk Dayah bertema Sosialisasi Penerangan dan Penyuluhan Hukum serta Edukasi Keuangan Perbankan Syariah, Jum’at (11/9/2026). Kegiatan kolaboratif Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dan Bank Aceh Syariah Kota Langsa ini menjadi momentum strategis membekali generasi muda pesantren dengan kesadaran hukum dan literasi finansial yang sesuai prinsip syariah.

Ketua Umum Dayah Raudhatun Najah Kota Langsa, Dr. Tgk. T. Wildan, MA, menyambut hangat kedatangan tim Kejati Aceh dan tamu undangan. Dalam sambutannya, Aba Wildan—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa santri tidak boleh hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus memahami hukum positif dan literasi keuangan modern. “Santri Raudhatun Najah harus menjadi pribadi yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga taat hukum dan cakap mengelola keuangan sesuai syariat. Program ini adalah bekal berharga untuk masa depan mereka,” ujarnya di hadapan para santri dan dewan guru.

Pemateri utama dari Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., selaku Kepala Seksi Penerangan Hukum, memaparkan materi komprehensif mengenai dasar-dasar hukum Indonesia, proses penegakan hukum dari penyidikan hingga persidangan, serta ancaman hukum yang mengintai generasi muda di era digital. Ia secara khusus menyoroti bahaya judi online dan perundungan atau bullying yang semakin marak di kalangan pelajar. “Santri adalah calon pemimpin bangsa. Fokuslah menuntut ilmu dan jauhi judi online serta bullying. Dua hal ini bukan hanya merusak masa depan, tetapi juga mencoreng nama baik lembaga pendidikan dayah,” tegas Ali Rasab.

Sesi literasi keuangan syariah menghadirkan T.M. Andika, Kepala Bank Aceh Syariah Kota Langsa, yang memperkenalkan produk-produk perbankan berbasis syariat, pentingnya budaya menabung sejak dini, serta pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Ia juga menjelaskan bagaimana perbankan syariah dapat menjadi mitra strategis bagi pengembangan usaha pesantren dan pemberdayaan ekonomi umat. Materi ini disambut antusias oleh para santri yang ingin memahami bagaimana mengelola finansial secara Islami.

Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Ardiansyah, S.Ag., M.H., turut memberikan sambutan dan penguatan karakter kepada para santri. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan sarana di lingkungan dayah, serta berharap dayah terus melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Langsa dan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, menunjukkan sinergi lintas lembaga dalam membangun generasi Aceh yang cerdas, berakhlak mulia, dan sadar hukum. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan para santri aktif mengajukan pertanyaan seputar isu hukum dan keuangan syariah. Sebagai bentuk apresiasi, pemateri membagikan hadiah kepada santri yang berani bertanya dan menjawab pertanyaan. Acara ditutup dengan foto bersama, menandai komitmen bersama membangun karakter generasi muda Aceh yang melek hukum dan cerdas finansial. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *