

Jangan Hanya Menikmati Kejayaan, Belajarlah Mempersiapkan Masa Depan
Setiap orang memiliki masanya. Ada saat namamu dikenal, pendapatmu didengar, dan kehadiranmu dibutuhkan. Itulah masa jayamu. Namun, ingatlah bahwa tidak ada kejayaan yang abadi. Jabatan bisa berakhir, kekuasaan bisa berpindah, dan orang-orang yang dahulu mendekat mungkin suatu hari menjauh.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Ali ‘Imran: 140, “bahwa masa kejayaan dan kehancuran itu dipergilirkan di antara manusia”
Karena itu, jangan habiskan masa jayamu hanya untuk menikmati keistimewaan, tetapi gunakanlah untuk mempersiapkan diri menghadapi masa ketika engkau bukan siapa-siapa lagi. Selagi memiliki jabatan, bangunlah integritas. Selagi memiliki pengaruh, tebarkanlah kebaikan. Dan selagi pena keputusan berada di tanganmu, gunakanlah tintanya untuk memudahkan urusan orang-orang yang membutuhkanmu.
Sebab, suatu hari nanti, mungkin engkau tidak lagi memiliki kewenangan, tidak lagi duduk di kursi yang sama, dan tidak lagi menjadi tempat orang-orang berharap. Namun, kebaikan yang pernah engkau lakukan akan tetap hidup dalam ingatan mereka. Jangan hanya menjadi orang yang dikenang karena pernah berkuasa, jadilah orang yang dirindukan karena pernah memberikan manfaat.
Nikmatilah masa jayamu dengan syukur, jalani dengan rendah hati, dan manfaatkan dengan bijaksana. Sebab, kehidupan akan terus bergulir. Hari ini mungkin masamu, esok mungkin masa orang lain. Masa jayamu adalah kesempatan, bukan keabadian. Gunakanlah untuk menanam kebaikan, agar ketika kejayaan berlalu, hidupmu tetap memiliki arti